Pada tahun 2002
MikroTik memutuskan untuk membuat hardware sendiri dengan merek RouterBOARD.
RouterBOARD adalah sebuah perangkat keras Router yang memang didesign secara khusus agar dapat menjalankan MikroTik RouterOS. Layaknya seperti sebuah PC mini, dalam satu RouterBOARD sudah tertanam prosesor, RAM, ROM, dan memori flash beserta lisensi dan level MikroTik RouterOS.
Karena menggunakan
MikroTik RouterOS, RouterBOARD memiliki fungsi yang sama dalam versi perangkat lunak tanpa RouterBOARD. Maka RouterBOARD dapat juga berfungsi sebagai Router Jaringan, Bandwidth Management, Proxy Server, DHCP Server, DNS Server dan juga sebagai Hotspot Server.
RouterBOARD bisa menjalankan fungsi sebuah router tanpa tergantung pada PC lagi karena semua fungsi pada router sudah ada dalam RouterBOARD. Jika dibandingkan dengan PC yang diinstal RouterOS, routerboard ukurannya lebih kecil, dan lebih hemat listrik.
RouterBOARD sendiri secara fisik dapat dibedakan menjadi 2 jenis, Board Only yaitu RouterBOARD berupa board saja, tanpa casing, adaptor, wireless card, antenna, dan perangkat tambahan apapun. Board only harus dirakit terlebih dahulu sebelum digunakan.
Yang kedua RouterBOARD yang sudah dibungkus dengan casing, beserta perangkat tambahan lainnya dan disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan jaringan.
Selain itu jika dilihat dari segi penempatan perangkat, RouterBOARD tersedia dalam dua jenis yaitu di dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor).